TRANSPORTASI


Masih Adakah Opak Saat Ini?



JAKARTA SELATAN - Seiring dengan majunya zaman dan teknologi yang semakin canggih , Opak atau singkatan dari ojek pangkalan yang saat ini keberadaannya semakin hilang dan tergantikan oleh para ojek online.

Mengapa demikian? Kemudahan menggunakan ojek online dan juga harga yang relatif lebih murah dari pada ojek pangkalan , menyebabkan banyak para pengguna ojek pangkalan mulai meninggalkannya dan memilih menggunakan ojek online.

Menurut salah satu pengojek di daerah Seskoal, Jakarta Selatan, Rio (38) dirinya sudah mengojek sejak menikah. Karena kurangnya pendidikan dan juga keterbatasan ekonomi
,Rio mengojek untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Apalagi saat ini Rio sudah memiliki seorang buah hati yang sudah berumur 8 tahun dan membutuhkan perawatan khusus. Sejak dulu menjadi tukang ojek adalah salah satu alternatifnya dalam mencari uang.

Namun, mulai banyaknya ojek online membuatnya harus berfikir lebih, akhirnya beliau menjadi ojek pengantar anak sekolah untuk biaya tambahan.“Jadi ojek pengantar anak ini lumayan, bisa dapat 200-300 ribu per anak dalam sebulan, daripada harus nunggu penumpang di jalanan dan rebutan sama yang lainnya,” paparnya.

Walaupun menjadi ojek pengantar anak, Rio masih tetap menjadi ojek pangkalan sesekali guna menambah penghasilan keluarga.

“Ya sekarang mah kalau lagi jadi ojek pangkalan paling dapat 80-100 ribu seharinya, kebanyakan nganggur nya, kalau dulu mah bisa 200 ribuan seharinya, sekarang mah ada penumpang udah syukur,” kata Rio.

Mengapa Rio tidak beralih ke ojek online alasannya karena tidak mengerti akan aplikasinya dan juga tidak ada uang untuk membeli handphone yang canggih. “Lebih baik uangnya untuk jajan anak saja, “ ungkapnya.

Menurut salah teman Rio yang juga tukang ojek pangkalan yaitu Agus (50) yang juga mengojek setiap harinya penghasilannya semakin hari kian menurun, dia sebenarnya ingin ikut menggunakan aplikasi ojek online, tetapi karena umur sudah tua dan juga tidak adanya smartphone untuk dipakainya akhirnya Agus tetap bertahan di ojek pangkalan ini.

“Kalo sekarang mah bapak ngojek sambil narik sampah seminggu tiga kali buat nambah- nambah. Kalau dulunya narik ojek aja pas-pasan buat makan, apalagi sekarang yang makin sepi pelanggan,” papar Agus. Banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi dan juga anak yang masih kecil membuat Agus harus tetap semangat mencari uang.

Dengan semakin banyaknya para pengojek online, semakin terkikis pula minat masyarakat untuk menggunakan ojek pangkalan. Hal ini yang menyebabkan para pengojek pangkalan yang rata-rata sudah berumur ini harus memikirkan cara lain untuk mencari uang agar kebutuhan hidup terpenuhi.

Komentar